Postingan

Apa Kabarnya Rayon FTIK ?

Gambar
Refleksi Kepengurusan Rayon FTIK di Ujung Masa Pengabdian Teruntuk pengurus rayon, yang hari ini masih menikmati dunianya masing-masing. Untuk kesekian kalinya, curahan kegelisahan itu tersampaikan melalui 'surat cinta' kepada rayon tercinta ini. Setidaknya, sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang sebenarnya berpotensi, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang sebenarnya berbakat luar biasa, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang mulai diambang kebimbangan, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka mulai kehilangan ghiroh berPMII. Dan, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang sampai detik ini juga masih memperdulikan sahabat-sahabatnya. Semua paham, hidup di organisasi dengan segala dinamikanya bukan suatu barang baru lagi untuk pengurus. Jauh sebelum di PMII, pengurus sudah tentu mengeyamnya lebih dulu. Bahkan boleh jadi, rayon kita hari ini sudah terbiasa menerima sisa-sisa militansi dan loyalitas yang sudah dibagi-bagi rata entah ke mana saja it...

Sering Terbayang Sang Putri Saat 'Gituan'

Gambar
Shutterstock : Sisi lain kehidupan wanita di eks lokalisasi. Sebagai manusia normal, mereka masih menyimpan mimpi dan berbagai harapan yang ingin dicapai. Ada yang benci dirinya, ada yang butuh dirinya, ada yang berlutut mencintainya, ada pula yang kejam menyiksa dirinya. Kutipan lirik lagu salah satu grup band itu memang begitu sarat makna. Menggambarkan bagaimana kelam kelabu kehidupan seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah lokalisasi. Memang nasib orang memang tidak ada yang tau, mereka bebas menentukan berbagai pilihan untuk melangsungkan hidupnya. Tak jarang, pilihan yang mereka ambil, harus mendapatkan cibiran dan cercaan. Namun bagi mereka, hal itu sudah dianggap biasa dan disadari sebagai resiko atas pilihan hidup tersebut. Seperti pilihan hidup para PSK ini. Mereka juga bekerja, mencari nafkah, dan menaruh kepedulian yang dalam terhadap keluarganya. Bedanya, mereka melakukan tujuan tersebut dengan cara yang tak biasa seperti orang kebanyakan. Meski dilakukan...

Metra Pos, Riwayatmu Kini*

Gambar
Kata orang, jika ingin mengenal dunia maka membacalah. Dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah. Salah satu penyair ternama kebangsaan Prancis juga menegaskan, Writing is an act delaying death (Menulis adalah aksi manusia untuk menunda kematian). Begitu istimewanya sebuah tulisan, hingga Douglas MacaArthur, seorang Panglima Jenderal Amerika yang menghabiskan 52 tahun berkarir di Dunia Militer. Saat menjelang purna dari tugasnya, di hadapan Presiden Amerika ke-35 John F Kennedy Ia berucap, sebuah tulisan lebih aku takuti dari pada sekedar melawan 1000 pasukan bersenjata lengkap. Ukuran kemajuan sebuah peradaban memang tidak bisa diukur dari kemajuan budaya literasi yang unggul, namun sebuah tulisan bukan berarti tak memiliki pengaruh. Disadari atau tidak, disuka atau tidak, tulisan masih dianggap memiliki kekuatan magis yang muncul di luar kedigdayaan manusia. Setiap orang bisa menulis, namun tak semuanya menjadi seorang penulis. Karena penulis bukan sekedar kemampuan yang ...

Catatan Kiri Mapaba LII PMII Rayon FTIK IAIN Jember

Gambar
SEPINTAS, Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) 2019 kali ini tampak sangat meriah. Sekitar 450 mahasiswa baru berhasil direkrut dan dikukuhkan di Aula Pesantren Al Ghozali Wuluhan pada Senin (14/10) kemarin. Suasana haru sempat pecah saat panitia melepas kepulangan mereka dari lokasi Mapaba menuju kampus. Menambah kesan kekeluargaan yang mereka bangun selama empat hari tiga malam harus terpisah untuk sementara waktu. Momen setahun sekali ini semakin terasa berkesan tatkala puluhan alumni FTIK lintas angkatan datang silih berganti. Mereka seolah turun gunung setelah sekian lama mengasingkan diri dari dunia keumatan PMII dan menanggalkan sejenak rutinitasnya untuk sekedar menyapa kabar rumah pergerakan yang sempat membesarkannya. Rayon tertua ketiga di Jember ini seolah tak bosan ukir sejarah-sejarah baru. Setelah di periode ini terpilih satu-satunya ketua rayon perempuan, kini rayon kembali ukir sejarah sebagai Kepengurusan dengan jumlah peserta Mapaba terbanyak. Untuk ukur...

Ingin Lestarikan Permainan Tradisional

Gambar
PERMAINAN TRADISIONAL : Belasan anak-anak terlihat asyik saat memainkan egrang. Egrang Dianggap Mampu Menghindarkan Kecanduan Anak dari Gadget AJUNG, 1/4/19 – Maraknya permainan modern telah banyak menggantikan eksistensi permainan tradisional yang menjadi kegemaran anak-anak era 90-an. Namun, meskipun kalah tenar, ada beberapa permainan tradisional yang masih diminati anak-anak. Salah satunya adalah egrang seperti yang ada di Desa Limbungsari Kecamatan Ajung. Permainan dengan menggunakan kekuatan kaki yang berpijak pada sebuah bambu panjang itu memang menarik perhatian anak-anak. Abdul Adzim, salah seorang pemuda yang menggagas acara tersebut mengaku, dia sengaja mengajak anak-anak di komunitasnya untuk belajar sambil bermain. Menurutnya, permainan tradisional untuk anak-anak itu sangat banyak sekali, namun keberadaannya kini terancam punah karena digantikan dengan permainan modern seperti yang ada di gadget. Dia sendiri merasa prihatin dengan anak-anak lain di desan...

Petani Tetap Ngotot Nolak Pembelokan Saluran Irigasi

Gambar
SIAP PAKAI : Kondisi saluran irigasi yang dibagun oleh perusahaan hingga selasa kemarin (30/3) belum juga beroperasi. Pembangunan Sempat Diberhentikan Karena Didemo Petani PUGER, 1/4/19 – Saluran irigasi pada lahan pertanian di Desa Puger Wetan Kecamatan Puger masih menuai polemik. Meskipun kondisi saluran baru dibangun, namun keberadaannya masih belum dioperasikan. Hal itu dikarenakan warga dan pihak PT Semen Imasco Asiatic belum menemukan kesepakatan antara keduabelah pihak. Kondisi saluran irigasi yang melewati area perusahaan itu memiliki panjang sekitar 500 meter. Pihak perusahaan yang berencana akan memindah saluran irigasi dengan membelokkan arah irigasi ke sebelah barat perusahaan mendapat penolakan yang serius dari para petani. Nur Hadi, salah seorang warga yang bertugas mengatur irigasi di area tersebut mengatakan, pembangunan irigasi baru oleh perusahaan dianggapnya telah menyalahai prosedur. “Kita tidak pernah dilibatkan dalam perencaan itu. Tiba-tiba suda...

Rumah dan Tanaman Warga Terancam Ambles

Gambar
PUGER, 1/4/19 - Besarnya intensitas hujan yang turun akhir-akhir ini membuat tanggul sungai mulai terkikis. Seperti yang terjadi pada Sungai Sadengan yang terletak di Jalan Gambirono Desa Kasiyan Puger. Sungai yang memiliki volume air cukup besar itu memiliki tanggul yang berbatasan langsung dengan beberapa rumah warga dan lahan pesawahan. Yanto,48, salah seorang warga yang tinggal di pinggiran sungai mengatakan, setiap musim hujan, tanggul sungai selalu terkikis. Padahal, jarak rumah dari tanggul tidak lebih dari lima meteran.   (mg2)