Postingan

Ingin Lestarikan Permainan Tradisional

Gambar
PERMAINAN TRADISIONAL : Belasan anak-anak terlihat asyik saat memainkan egrang. Egrang Dianggap Mampu Menghindarkan Kecanduan Anak dari Gadget AJUNG, 1/4/19 – Maraknya permainan modern telah banyak menggantikan eksistensi permainan tradisional yang menjadi kegemaran anak-anak era 90-an. Namun, meskipun kalah tenar, ada beberapa permainan tradisional yang masih diminati anak-anak. Salah satunya adalah egrang seperti yang ada di Desa Limbungsari Kecamatan Ajung. Permainan dengan menggunakan kekuatan kaki yang berpijak pada sebuah bambu panjang itu memang menarik perhatian anak-anak. Abdul Adzim, salah seorang pemuda yang menggagas acara tersebut mengaku, dia sengaja mengajak anak-anak di komunitasnya untuk belajar sambil bermain. Menurutnya, permainan tradisional untuk anak-anak itu sangat banyak sekali, namun keberadaannya kini terancam punah karena digantikan dengan permainan modern seperti yang ada di gadget. Dia sendiri merasa prihatin dengan anak-anak lain di desan...

Petani Tetap Ngotot Nolak Pembelokan Saluran Irigasi

Gambar
SIAP PAKAI : Kondisi saluran irigasi yang dibagun oleh perusahaan hingga selasa kemarin (30/3) belum juga beroperasi. Pembangunan Sempat Diberhentikan Karena Didemo Petani PUGER, 1/4/19 – Saluran irigasi pada lahan pertanian di Desa Puger Wetan Kecamatan Puger masih menuai polemik. Meskipun kondisi saluran baru dibangun, namun keberadaannya masih belum dioperasikan. Hal itu dikarenakan warga dan pihak PT Semen Imasco Asiatic belum menemukan kesepakatan antara keduabelah pihak. Kondisi saluran irigasi yang melewati area perusahaan itu memiliki panjang sekitar 500 meter. Pihak perusahaan yang berencana akan memindah saluran irigasi dengan membelokkan arah irigasi ke sebelah barat perusahaan mendapat penolakan yang serius dari para petani. Nur Hadi, salah seorang warga yang bertugas mengatur irigasi di area tersebut mengatakan, pembangunan irigasi baru oleh perusahaan dianggapnya telah menyalahai prosedur. “Kita tidak pernah dilibatkan dalam perencaan itu. Tiba-tiba suda...

Rumah dan Tanaman Warga Terancam Ambles

Gambar
PUGER, 1/4/19 - Besarnya intensitas hujan yang turun akhir-akhir ini membuat tanggul sungai mulai terkikis. Seperti yang terjadi pada Sungai Sadengan yang terletak di Jalan Gambirono Desa Kasiyan Puger. Sungai yang memiliki volume air cukup besar itu memiliki tanggul yang berbatasan langsung dengan beberapa rumah warga dan lahan pesawahan. Yanto,48, salah seorang warga yang tinggal di pinggiran sungai mengatakan, setiap musim hujan, tanggul sungai selalu terkikis. Padahal, jarak rumah dari tanggul tidak lebih dari lima meteran.   (mg2)

HUT GPN Ajung

Gambar
MANFAATKAN LIBURAN : Salah seorang siswi tengah unjuk kebolehan dalam membacakan puisi. Isi Libur Sekolah dengan Gawai AJUNG, 29/4/19 – Banyak cara yang bisa dilakukan oleh siswa-siswi sekolah dasar dalam mengisi waktu liburan sekolah mereka. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Gubuk Pustaka Ndalung (GPN). Mengisi waktu liburan kemarin, mereka memanfaatkan waktu dengan unjuk kebolehan dalam hal membaca puisi. Meskipun hari libur baru dua hari, antusiasme anak-anak cukup tinggi. Ketua acara Abdul Adzim mengatakan, sekitar 25 anak turut ikut serta dalam lomba baca puisi itu. Minat anak-anak itu menurut Adzim banyak yang muncul atas keinginannya sendiri. “Mereka kebanyakan anak-anak komunitas disini. Dan sebagian lagi adalah anak-anak sekolah dari luar desa ini,” ujarnya. Dia sengaja mengadakan lomba itu, agar waktu liburan anak-anak didiknya bisa digunakan untuk hal-hal yang positif. Menurutnya, waktu liburan anak-anak diluar desanya i...

Tambang di Jember Bukan untuk Dieksploitasi

Gambar
DISKUSITAMBANG : H Muhamad Nur Purnamasidi tengah memberikan wejangan dihadapan puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan senin kemarin, (29/4). Ajak mahasiswa terus mengawal isu-isu Tambang dan Agraria JEMBER, 30/4/19 -   Maraknya aksi penolakan eksploitasi tambang oleh kalangan mahasiswa akhir-akhir ini menjadi perhatian serius oleh sejumlah kalangan. Salah satunya oleh anggota Komisi XI DPR-RI Muhamad Nur Purnamasidi. Anggota dewan dapil Jember - Lumajang itu mengajak mahasiswa dan aktivis peduli lingkungan untuk terus mengawal isu-isu pertambangan dan agraria di Jember. Hal itu disampaikan kepada mahasiswa yang tergabung dalam acara Pelatihan Kader Lanjut (PKL) oleh PMII Cabang Jember. Menurutnya, Jember merupakan daerah potensial untuk pertambangan. Sedangkan masyarakatnya hampir sebagian besar menolak keberadaan tambang karena dianggap merugikan masyarakat dan merusak lingkungan. Besarnya kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa dalam mengemban aspirasi ...

Organik dan Anorganik

Organik diangkut ke TPU, Anorganik untuk Pemulung JEMBER, 28/4/19 : Sampah menjadi pemandangan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Sehari-hari, hampir setiap tempat menghasilkan sampah. Keberadaannya jika tidak ditangani serius, bukan hanya merusak pemandangan, namun bisa mendatangkan masalah lain yang lebih besar. Termasuk tempat yang rutin menghasilkan sampah adalah toko atau pusat pembelanjaan. Di kota-kota besar, pusat perbelanjaan dituntut untuk menjaga kebersihan. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menjaga kepercayaan dan rasa nyaman para pelanggan. Seperti pusat perbelanjaan Roxy Square yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Kaliwates. Toko swalayan yang buka tiaphari itu memiliki cara tersendiri dalam menangani masalah sampah. Yulia, salah seorang petugas Cleaning Servis (CS) mengatakan, setiap hari, hampir satu truck sampah diangkut dari tempat penampungan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Sebelum tempat ini buka, sampah-sampah itu ha...

TPA Minim Perawatan

Gambar
BERSANDINGAN : Aktifitas salah seorang pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Balung Lor Kecamatan Balung. Pengelolaan Masih Andalkan Pemulung BALUNG, 28/4/19  - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi penampungan sampah yang dihasilkan dari masyarakat. Di tempat penampungan, tak ada aktifitas apapun selain rutinitas para pemulung meraup mata pencaharian mereka. Seperti TPA yang ada di Kecamatan Balung itu, setiap hari tumpukan sampah kian meresahkan saja. Pasalnya, tak ada sebuah usaha untuk mengelola sampah menjadi sesuat u yang lebih memiliki nilai guna. Kondisi TPA yang berdekatan dengan lapangan dan pemakaman, membuat sejumlah pemulung pun mengeluh . Mereka menginginkan lokasi penampungan sampah bisa dikelola lebih layak, tanpa menghilangkan mata pencaharian mereka satu-satunya. Menurut Ibu Po, 56, salah seorang pemulung yang mengaku telah tujuh tahun lebih, hidup dari memulung sampah mengatakan, setiap hari, sampah-sampah diangkut dengan menggunakan ...