Postingan

Suritauladan Menjadi Guru yang Minim Peminat

Gambar
INSPIRATIF : Giyanto, saat membimbing salah satu murid tunagraita di SLB Kaliwates. Masa Depan Siswa Tunagraita Adalah Harapan Satu-Satunya Profesi guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) memang jarang ditemukan. Selain karena sepi peminat, profesi itu dianggap kurang menjanjikan karir yang bagus. Namun hal itu tidak berlaku bagi Giyanto, seorang guru di SLB yang telah mengajar belasan tahun, dia sama tidak begitu mengharapkan untuk segera diangkat. Tapi ingin para siswa didikannya bisa kembali normal dan lebih diperhatikan oleh pemerintah terkait. Maulana, Kaliwates 20/4/19 Pak Giyanto, begitu sapaan akrabnya ketika sejumlah murid menyapanya. Guru 46 tahun asal Kabupaten Banyuwangi itu dianggap memiliki kepedulian yang mendalam kepada para siswanya. Guru yang mengajar di SMP-LB Kaliwates itu mengaku ketertarikannya mengajar di SLB terlahir dari rasa kepeduliaannya kepada anak-anak yang memiliki IQ dibawah rata-rata (Tunagraita). Menurutnya, keberadaan mereka sering kali di...

Hal-hal nyeselin di jalan

19/4/19 -  Setiap orang pasti mengalami hal aneh unik wal nyebelin ketika di jalan. Entah sedang berkendara, lagi nongkrong ama temen atau lainnya. Kejadian-kejadian itu tak jarang sampe membuat seseorang merasa jengkel bahkan sampe ngelus dada. Umunya mereka yang paling sering ngalamin kejadian seperti ini adalah, para pekerja, mahasiswa, dan yang paling sering menjadi pelakunya adalah mereka yang notabene kuarng memperhatikan rambu-rambu lalin. Seperti contohnya, pengendara yang kebut-kebutan atau orang yang menyebrang dengan tiba-tiba alias sembarangan. Kejadian di Lampu merah. Lampu lalu lintas berfungsi untuk mengatur lalu lalangnya kendaraan supaya gak tarbakan. Dan semua orang udah pasti paham, kalau tanda lampu merah itu untuk berhenti, kuning untuk hati-hati, dan hijau untuk jalan. Namun yang terkadang bikin ngelus dada adalah, lampu hijau baru menyala, sudah diklaksonin sama kendaraan yang dibelakang. Apalagi jika korbannya ada diposisi paling depan. Kalau or...

Rumah Jadi TPS Darurat

Gambar
PINDAH TEMPAT : Petugas KPPS adakan penghitungan surat suara di rumah warga Saat penghitungan Hujan lebat BALUNG, 18/4/19  - Cuaca yang kurang mendukung saat proses penghitungan surat suara, memaksa sejumlah petugas KPPS harus kerja ekstra. Pasalnya, hujan yang cukup deras membuat sejumlah TPS di Kecamatan Balung harus banting setir mencari tempat yang aman untuk dilanjutkan penghitungan. Hal itu terjadi karena sejumlah tenda TPS tidak mampu menahan terjangan hujan. Kejadian ini berlangsung sore kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan deras disertai angin memang mengguyur sejumlah daerah di Jember. Termasuk di daerah Balung sehingga membuat sejumlah TPS pun kalang kabut. Untungnya, hujan terjadi saat penghitungan hasil pencoblosan, sehingga mereka pun langsung memindahkan sejumlah barang di TPS. Meskipun sempat memakan waktu cukup lama, langkah tersebut menjadi wajib dilakukan oleh KPPS untuk menjaga surat suara dari hujan. Dari sekian TPS itu, ada beberapa diantaran...

Tunjukkan Patriotisme, Pria 83 tahun Ikut Nyoblos

Gambar
PEMILIH LANSIA : Basar, 83, tengah dibantu warga saat turun menuju tempat pemungutan suara (TPS). BALUNG, 18/4/19 : Diusianya yang tidak lagi muda, Basar masih memiliki semangat yang besar dalam pemilu 2019. Hal itu dibuktikan dengan kedatangan dirinya ke TPS untuk menyalurkan hak demokrasinya. Meskipun berangkat harus dibantu dengan becak, Basar mengaku kedatangannya ke TPS didasari atas kemauannya sendiri tanpa ada dorongan ataupun paksaan dari pihak manapun. Bahkan saat memasuki TPS, dia bersih keras untuk mengurus pendaftaran dan nyoblos sendiri. "Saya ikut nyoblos biar jadi contoh yang muda-muda itu," tuturnya. Menurutnya, kedatangannya selain memberikan contoh untuk yang muda, dia juga menginginkan orang-orang seusianya bisa memiliki semangat seperti yang dia lakukan. "Meskipun suara saya hanya terhitung satu, setidaknya saya sudah berusaha untuk negara ini lebih baik," imbuh pria 83 tahun itu. Basar sendiri mendapat lokasi TPS nomor 26 di Dus...

Kehidupan Keluarga Bersama Beban yang ditanggung si Kecil

Gambar
DERITA SI KECIL - Siti Nasyfa Nabila Azizah, balita usia 3 tahun menderita gangguan pada motorik kasarnya. Ada Tangis Dibalik Tawa Syfa Usia balita merupakan masa-masa awal pertumbuhan, menjadi momen yang membahagiakan bagi keluarga. Namun, tidak semua dari mereka memiliki nasib beruntung. Seperti yang dialami balita bernama Siti Nasyfa Nabila Azizah , putri dari keluarga pekerja serabutan. Dibalik tekanan ekonomi yang menghimpit kehidupannya, keduanya hanya bisa menunggu uluran tangan untuk meringankan beban buah hatinya tersebut. Maulana, Mumbulsari Dibalik tubuh mungilnya, putri pasangan Mustari dan Sulistiorini itu sepintas terlihat biasa saja. Seperti balita pada umumnya, selalu menampilkan senyum sumringah seolah tanpa beban dalam sebuah keluarga yang tinggal Dusun Kedawuhan Dusun Kawangrejo Mumbulsari . Namun siapa sangka, Balita berumur 3 tahun itu mengidap penyakit lanka diluar kemampuan anak seusianya. Dengan kondisinya tersebut, membuat kedua orang tua Syf...

Penyandang Disabilitas Dijamin Terfasilitasi

  JEMBER, 17/4/19 : Bagi pemilih berkebutuhan khusus, keberadaan Template Braile (alat bantu bagi pemilih disabilitas) menjadi perhatian tersendiri bagi KPU untuk menfasilitasinya. Langkah tersebut menjadi penting dilakukan untuk memberikan jaminan bagi para penyandang disabilitas agar hak-hak demokrasinya tetap dijalankan. Kasubag Umum dan Logistik KPU Jember Drs Sutuko mengatakan, pendistribusian logistik KPU yang diadakan sejak sepekan kemarin sudah termasuk didalamnya untuk penyandang disabilitas. “Masing-masing TPS sudah sudah kami sebar dan sudah kami distribusikan,” tuturnya. Bahkan, Toko sendiri juga menjelaskan, keberadaan alat bantu berupa Template Braile tersebut sebelumnya sudah pernah disosialisasikan oleh KPU kepada para penyandang disabilitas. Meskipun telah terfasilitasi, namun Toko mengatakan alat tersebut tidak digunakan semua untuk mencoblos surat suara. Menurutnya, surat suara yang disediakan khsusus dari KPU hanya beberapa saja. “Hanya ada jenis sura...

Luarnya Bagus, Dalamnya Klubus

Gambar
Jember, 16/4/19 - Sisi lain Pasar Tanjung memang tiada henti memberikan cerita. Dari yang terkesan wah, hingga yang menimbulkan resah. Termasuk salah satu pemandangan bagian tengah bangunan pasar. Meskipun telah mengalami renovasi, dari tampilan luar menyuguhkan bangunan yang bagus. Namun siapa sangka, dibalik keindahannya, bagian dalam pasar menyimpan pemandangan lain yang cukup memprihatinkan. Terpampang jelas, terpal penahan panas memberikan kesan sebuah bangunan tua yang ditinggal penghuninya. Ditambah kondisi lantai pasar bagian tengah yang masih menggunakan paving dan sebagian tanah. Hal itu semkain membentuk kesan kuno terhadap pasar yang berdiri puluhan tahun tersebut. (mg2)